Anda kenal dia? Saya tidak. Tapi penuh percaya diri dia melenggang di jalanan. Si Doli Parjalang. Amboi! Ai ai siapa dia?

Anda kenal dia? Saya tidak. Tapi penuh percaya diri dia melenggang di jalanan. Si Doli Parjalang. Amboi! Ai ai siapa dia?

Ini guyon lawas sopir angkot. Sudah lama, sejak awal 90-an, stiker macam ini menempel di kaca beberapa mobil angkutan umum. Ayu adine berarti “cakepan adiknya”. Belum pernah kelihatan stiker “ayu mbakyune” (cakepan kakaknya). Yang muda cenderung (baca: semoga) lebih segar, lebih ranum, lebih ayu. Bagaimana kalau si cantik itu bungsu? Kan masih ada adik sepupu, atau sial-sialnya tetangga yang lebih muda…

Seangkuh apa pun gadis itu, dan meskipun jarak diganjal oleh Inggris, lelaki sejati yang cool tak kenal kata menyerah….

Pertanyaan berikutnya, emang anunya trus jadi gimana?
Sebuah stiker kecil yang bergaya pelat nomor. Melintas di Jalan Panjang, Jakarta.

Lagi-lagi urusan mertoku. Ini urusan domestik yang dicurhatkan ke publik melalui jalan raya. Lantas apa kata si mertua jika si menantu pulang membawa mobil ini? Lebih lucu lagi jika ternyata si pengemudi sudah punya menantu. Bener-bener kagak ada yang bener (ora enek sing bener).
