Memang hebat dia. Ada di mana-mana. Tipe manusia 4L: lu lagi, lu lagi. Kita layak belajar dari beliau. Foto diambil di Srandakan, Bantul.

Foto: Dik Anto
Memang hebat dia. Ada di mana-mana. Tipe manusia 4L: lu lagi, lu lagi. Kita layak belajar dari beliau. Foto diambil di Srandakan, Bantul.

Foto: Dik Anto
Gombal betul ikrar si akang. Kalau dekat maunya nyayang, kalau jauh ngakunya kangen. Padahal… ehm… siapa tahu kan? Ah jangan suudzon. Lihat tulisan penutup ban: “utamakan sholawat”.

Jakarta adalah kota pendatang. Identitas kedaerahan ada di mana-mana. Termasuk reog ponorogo. Mungkin juragan atau sopir bus ini warok. Lantas siapa gemblaknya? Hussss… reog adalah satu hal, dan warok adalah hal lain.

Anda kenal dia? Saya tidak. Tapi penuh percaya diri dia melenggang di jalanan. Si Doli Parjalang. Amboi! Ai ai siapa dia?

Ini guyon lawas sopir angkot. Sudah lama, sejak awal 90-an, stiker macam ini menempel di kaca beberapa mobil angkutan umum. Ayu adine berarti “cakepan adiknya”. Belum pernah kelihatan stiker “ayu mbakyune” (cakepan kakaknya). Yang muda cenderung (baca: semoga) lebih segar, lebih ranum, lebih ayu. Bagaimana kalau si cantik itu bungsu? Kan masih ada adik sepupu, atau sial-sialnya tetangga yang lebih muda…
