Berapa banyak orang yang masih ingat akan lagu Soleram? “Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium marahlah kernetnya…”

Berapa banyak orang yang masih ingat akan lagu Soleram? “Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium marahlah kernetnya…”

Gagah betul sikap bang sopir dalam bekerja. Sekadar hobi, bukan profesi. Termasuk dalam hobi adalah ngetem semaunya, zig-zag, potong lajur kanan-kiri, atas nama kejar setoran. Baru hobi aja sampe segitunya, apalagi kalau profesional.

Bagaiamana bisa balap kalau tak ada kuda penarik di depan? Jawaban bodoh: kan ada mesin. Jika biofuel bisa memakai rumput dan bekatul, maka nama dokar balap pun sah.

Ketika yang nyata tak ada lagi maka yang tersisa hanyalah kenangan. Tentang apa dan siapa, juga bagi siapa? Tak jelas. Atau tak penting.

Padahal menulis teks generik seperti itu bukan pekerjaan lima menit. Memotong stiker sampai menempelkannya, dengan membayar pula, bukan sekadar keisengan pengganti banting-membanting domino.
Cukup katakan “tinggal kenangan” dan orang lain di jalan tak kunjung paham.