Siapa Wulandari? Mungkin putri sang juragan. Mungkin kekasih si sopir atau kernetnya. Mungkin blogger idoalanya. Mungkin si sopir itu sendiri. Gak pentinglah.

Siapa Wulandari? Mungkin putri sang juragan. Mungkin kekasih si sopir atau kernetnya. Mungkin blogger idoalanya. Mungkin si sopir itu sendiri. Gak pentinglah.


Nuk-ginuk, atau ginuk-ginuk, dalam bahasa Jawa biasanya dipersandingkan dengan kata lain untuk menyangatkan. Maka jadilah “lemu ginuk-ginuk” atau “lemu ginak-ginuk”. Gendut dengan lemban bertimbun, begitulah. Tak jelas apakah juragan maupun sopir MetroMini ini merindukan atau menjauhi si lemu… Karena bidikan kamera kabur akibat kaca mobil yang buram maka close up saya inversi supaya lebih jelas…

Apa sih yang disebut macho? Orang bilang itu semacam gagah, maskulin, manly, jantan, ngelanangi. Maka kita patut kasih salut sama si sopir bahwa dia merasa diri dan profesinya itu macho. Dia mungkin juga merasa bahwa kendaraan yang menentukan kepulan asap dapurnya itu juga macho. Adapun penumpang, silakan meraa makan choro karena sering ditelantarkan, dioper, dan diperlakukan sewenang-wenang oleh awak bus.

Berapa banyak orang yang masih ingat akan lagu Soleram? “Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium marahlah kernetnya…”
