Posts Tagged ‘ metromini ’

 
Friday, August 21st, 2009

Siapa Wulandari? Mungkin putri sang juragan. Mungkin kekasih si sopir atau kernetnya. Mungkin blogger idoalanya. Mungkin si sopir itu sendiri. Gak pentinglah.

medina wulandari di atas bus

 
Tuesday, September 9th, 2008

nuk-ginuk lemu ginak-ginuk

Nuk-ginuk, atau ginuk-ginuk, dalam bahasa Jawa biasanya dipersandingkan dengan kata lain untuk menyangatkan. Maka jadilah “lemu ginuk-ginuk” atau “lemu ginak-ginuk”. Gendut dengan lemban bertimbun, begitulah. Tak jelas apakah juragan maupun sopir MetroMini ini merindukan atau menjauhi si lemu… Karena bidikan kamera kabur akibat kaca mobil yang buram maka close up saya inversi supaya lebih jelas…

nuk-ginuk lemu ginak-ginuk

Apa sih yang disebut macho? Orang bilang itu semacam gagah, maskulin, manly, jantan, ngelanangi. Maka kita patut kasih salut sama si sopir bahwa dia merasa diri dan profesinya itu macho. Dia mungkin juga merasa bahwa kendaraan yang menentukan kepulan asap dapurnya itu juga macho. Adapun penumpang, silakan meraa makan choro karena sering ditelantarkan, dioper, dan diperlakukan sewenang-wenang oleh awak bus.

sopir macho penumpang makan coro

 
Sunday, May 25th, 2008

Berapa banyak orang yang masih ingat akan lagu Soleram? “Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium marahlah kernetnya…”

bus soleram oh soleram

 
Saturday, April 19th, 2008

Galang Rambu Anarki, lagu Iwan Fals untuk anaknya (almarhum), itu telah mengilhami bus ini. Entah kecongkakan siapa yang mereka temui di jalan. Hajar, Bleh!

galang rambu anarki, hajar bleh!