Gombal betul ikrar si akang. Kalau dekat maunya nyayang, kalau jauh ngakunya kangen. Padahal… ehm… siapa tahu kan? Ah jangan suudzon. Lihat tulisan penutup ban: “utamakan sholawat”.

Gombal betul ikrar si akang. Kalau dekat maunya nyayang, kalau jauh ngakunya kangen. Padahal… ehm… siapa tahu kan? Ah jangan suudzon. Lihat tulisan penutup ban: “utamakan sholawat”.


Yaaah … beginilah romantika kehidupan para sopir, ditunggu kekasih di rumah yang selalu berharap, “Kapan pulang, Aa?”
Ah, syahdunya …
Pulang malu, nggak pulang rindu. Ohhh…
(Bukannya aku banyak ngaso lalu mampir, tapi rezeki memang tak mau nyengir)


Maka wajarlah bila selalu dicari-cari oleh mertuanya. Duh…
(Jangan kau tuduh aku hanya mau anaknya tapi ogah bapak dan emaknya)

Alangkah beratnya mengais nafkah di atas roda. Ahhh…
(Setoran, oh setoran. Setiap hari mengukur panjang jalan. Bukan dirimu kuabaikan)
![]()
