Posts Tagged ‘ JORR ’

 
Tuesday, December 8th, 2009

truk manut nurut katut

Siapa yang manut, ke mana pun ikut: Pak Sopir atau mobil di belakangangnya? Siapa pun itu, keduanya sama-sama patut dikasihani.

 
Friday, August 21st, 2009

Truk ini sokberahasia. Mungkin dipikirnya ada yang penasaran. Ternyata ada, yaitu saya.

truk untuk sebuah nama

 
Saturday, August 16th, 2008

Memahami pesan pada pantat truk adalah memahami sopirnya. Jadi kalau dia mengaku tetap bersemangat, padahal ketika berada di jalan tol sering melanggar peraturan, misalnya merambat dengan kecepatan di bawah batas minimal 60 km/jam, maka mereka tak lebih dari kutu kambing congek. Mereka itu adalah kaum lamban yang tak merasa bersalah jika menyebabkan rambatan sejauh 2 km di belakang.

Pernah ada ide dari seorang pemobil yang jengkel lalu stres, agar ada undang-undang yang membenarkan pemakai jalan melakukan apa saja terhadap sopir truk lamban asalkan tak mengambil harta bendanya. Tujuannya agar sopir lain jera. Bahwa hal yang lebih berharga dari harta benda ikut terambil, itu hanya ekses dan sekaligus salah si sopir kenapa tak punya daya tahan.

Tentu di hari perayaan kemerdekaan ini gagasan gila yang berbahaya tak boleh mendapatkan tempat.  Mari kita benahi Indonesia bersama-sama. Pahit, lama, dan melelahkan, memang. Tapi Indonesia yang beres itu kudu kita perjuangan. Bukan begitu, bukan? Merdeka!

(Lho, ini pidato atau posting?)

 
Monday, April 21st, 2008

“Sudah lama aku menunggu,” katanya. Ehm, sebetulnya siapa sih yang lebih rindu, sopir truk atau kekasihnya? Lantas kalau masing-masing sama rindunya, siapakah yang lebih mendambakan pose yang tergambar pada truk?

kerinduan wanita kesepian

Mungkin lelaki mendambakan sambutan penuh kerinduan seperti yang difantasikan, sementara wanitanya boleh jadi biasa-biasa saja, tak perlu rebah tergolek sampai segitunya. Tapi setiap pasangan punya cara ungkap rindu kan? ;)

 
Thursday, March 27th, 2008

Pemilik pikap ini pasti orang Jawa yang masih terngiang-ngiang akan pitutur orangtuanya, yakni “sing setiti, le/nduk”. Itu artinya berlakulah tertib dalam mengurusi hak milik, dengan selalu merawat dan menjaganya. Maka di jalan tol JORR (T.B. Simatupang), pikap tang sudah tak mulus lagi itu masih bisa melaju dan harus dikejar agar terfoto. :)

sing setiti, le!