Neng, Akang akan datang. Tak lama lagi, dengan catatan bilamana waktu dan juragan tak mengekang. Tapi supaya tidak masuk angin lalu meriang, tutupilah badan dengan selendang, sayang.

Neng, Akang akan datang. Tak lama lagi, dengan catatan bilamana waktu dan juragan tak mengekang. Tapi supaya tidak masuk angin lalu meriang, tutupilah badan dengan selendang, sayang.

Seangkuh apa pun gadis itu, dan meskipun jarak diganjal oleh Inggris, lelaki sejati yang cool tak kenal kata menyerah….

“Sudah lama aku menunggu,” katanya. Ehm, sebetulnya siapa sih yang lebih rindu, sopir truk atau kekasihnya? Lantas kalau masing-masing sama rindunya, siapakah yang lebih mendambakan pose yang tergambar pada truk?
Mungkin lelaki mendambakan sambutan penuh kerinduan seperti yang difantasikan, sementara wanitanya boleh jadi biasa-biasa saja, tak perlu rebah tergolek sampai segitunya. Tapi setiap pasangan punya cara ungkap rindu kan? ![]()
Pemilik pikap ini pasti orang Jawa yang masih terngiang-ngiang akan pitutur orangtuanya, yakni “sing setiti, le/nduk”. Itu artinya berlakulah tertib dalam mengurusi hak milik, dengan selalu merawat dan menjaganya. Maka di jalan tol JORR (T.B. Simatupang), pikap tang sudah tak mulus lagi itu masih bisa melaju dan harus dikejar agar terfoto.

Ilustrasi dekoratif bertema pemandangan seperti ini memang cukup banyak menghiasi bak-bak truk. Tema ini ikut memperkaya khasanah grafiti bokong truk yang didominasi “warna” pantura.

Makin terasa sejuk karena truk ini difoto di daerah Ciawi, arah Jakarta, di pagi hari.