Benarkah truk ini titipan Tuhan? Begitulah Ahmad Muzakki bertanya.
![]()
Mungkin iya. Bukankah semua yang kita miliki ini hanya sementara? Fana. Dan sesungguhnyalah hanya Dia yang Maha Memilik. Maha Menguasai. Kita mungkin hanya dititipi saja.
Benarkah truk ini titipan Tuhan? Begitulah Ahmad Muzakki bertanya.
![]()
Mungkin iya. Bukankah semua yang kita miliki ini hanya sementara? Fana. Dan sesungguhnyalah hanya Dia yang Maha Memilik. Maha Menguasai. Kita mungkin hanya dititipi saja.
Doamu harapanku. Ah, benar-benar kalimat dan gambar yang menyejukkan di bawah terik sinar matahari …

Orang Batak pun tak kalah dalam urusan menorehkan grafiti. Maka, terciptalah sebuah harapan di bak truk itu, Tamiang da inang atawa doa ibu. Oh, sungguh mengharukan …
Tapi, kenapa ibunya seksi begitu ya?