Tulisannya “paronan”. Dalam bahasa Jawa berarti bagi hasil separo-separo. Mungkin yang dimaksud bagi hasil sopir dengan kernet dari sisa netto uang setoran. Duh… beratnya hidup…

Tulisannya “paronan”. Dalam bahasa Jawa berarti bagi hasil separo-separo. Mungkin yang dimaksud bagi hasil sopir dengan kernet dari sisa netto uang setoran. Duh… beratnya hidup…


Apa yang menjadi idaman sopir (atau juragannya) boleh dipampangkan di kaca bus. Termasuk di antaranya adalah merek bagus yang diimpikan untuk memperkuat armada. Volvo di angan. Scania dalam lamunan. Tapi hanya Mitsubishi yang di tangan — itu pun bulukan, termehek-mehek untuk kejar setoran.

Apa sih yang disebut macho? Orang bilang itu semacam gagah, maskulin, manly, jantan, ngelanangi. Maka kita patut kasih salut sama si sopir bahwa dia merasa diri dan profesinya itu macho. Dia mungkin juga merasa bahwa kendaraan yang menentukan kepulan asap dapurnya itu juga macho. Adapun penumpang, silakan meraa makan choro karena sering ditelantarkan, dioper, dan diperlakukan sewenang-wenang oleh awak bus.
