Archive for the ‘ Bus ’ Category

 
Monday, February 22nd, 2010

peceren roso duren, comberan rasa durian -- jorok banget

Judul di atas adalah terjemahan dari bahasa Jawa pada kaca belakang Koantas Bima, “Peceren Roso Duren”. Tak jelas apa maksudnya tapi dulu kalimat ini sering terdengar. Bau comberan itu memuakkan. Padahal bahi yang tak doyan durian, baunya juga bikin pusing. Anda tahu maksud tulisan itu? ;)

 
Thursday, August 6th, 2009

Wild West macam apa yang ada di benak awak (dan juragan) bus kecil yang melintasi jalan alternatif Magelang-Wonosobo ini? Tahun depan tulisan “2009″ pasti diganti.

wild west di kedu

 
Thursday, September 18th, 2008

Jakarta adalah kota pendatang. Identitas kedaerahan ada di mana-mana. Termasuk reog ponorogo. Mungkin juragan atau sopir bus ini warok. Lantas siapa gemblaknya? Hussss… reog adalah satu hal, dan warok adalah hal lain.

reog ponorogo

 
Thursday, September 18th, 2008

Tulisannya “paronan”. Dalam bahasa Jawa berarti bagi hasil separo-separo. Mungkin yang dimaksud bagi hasil sopir dengan kernet dari sisa netto uang setoran. Duh… beratnya hidup…

bagi hasil

 
Thursday, September 18th, 2008

kopaja rasa volvo

Apa yang menjadi idaman sopir (atau juragannya) boleh dipampangkan di kaca bus. Termasuk di antaranya adalah merek bagus yang diimpikan untuk memperkuat armada. Volvo di angan. Scania dalam lamunan. Tapi hanya Mitsubishi yang di tangan — itu pun bulukan, termehek-mehek untuk kejar setoran.

kopaja rasa scania