Archive for the ‘ Bus ’ Category

 
Sunday, May 25th, 2008

Berapa banyak orang yang masih ingat akan lagu Soleram? “Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium marahlah kernetnya…”

bus soleram oh soleram

 
Wednesday, May 7th, 2008

Tulisan pada bus Koantas Bima ini rapi, hasil kerja mesin pembuat stiker potong. Isinya serius. Kenapa ya sekolah modeling dan “kursus pengembangan pribadi” nggak mau melakukan yang serupa? Padahal pembaca tulisan itu justru orang yang tidak naik bus lho. :)

 
Saturday, April 19th, 2008

Galang Rambu Anarki, lagu Iwan Fals untuk anaknya (almarhum), itu telah mengilhami bus ini. Entah kecongkakan siapa yang mereka temui di jalan. Hajar, Bleh!

galang rambu anarki, hajar bleh!

 
Saturday, April 19th, 2008

Inilah yang namanya tahu diri. Biar bus sudah reot tetap harus disyukuri karena itu adalah anugerah illahi untuk beroleh nafkah.

anugerah illahi di jalanan ibu kota

 
Wednesday, April 2nd, 2008

Gagah betul sikap bang sopir dalam bekerja. Sekadar hobi, bukan profesi. Termasuk dalam hobi adalah ngetem semaunya, zig-zag, potong lajur kanan-kiri, atas nama kejar setoran. Baru hobi aja sampe segitunya, apalagi kalau profesional.

sekadar hobi bukan profesi