
Modus Jamaica, katanya. Entah apa maksudnya. Lantas Spider-Man pun menjawab.

Modus Jamaica, katanya. Entah apa maksudnya. Lantas Spider-Man pun menjawab.
Bloggers itu paling suka kopi darat. Naik apa? Ya penyu darat. Kenapa penyu, bukan buaya? Kalau buaya banyak pesaingnya. Aneh, gak nyambung. Biarin.

Begitulah tulisan di bodi belakang bajaj yang difoto oleh bapaknya Evan ini. Saya ndak tahu apa maksud kalimat itu. Mungkin itu maksudnya kalimat keluhan seorang anak yang sering melihat ibunya menggoyang bapaknya. Barangkali juga artinya lain. Silakan sampean menafsirkannya sendiri…

Namanya Joko Tingkir. Bukan menjadikan sekawanan buaya sebagai rakit, tapi memanfaatkan bajaj berbahan bakar gas untuk membelah kemacetan Ibu Kota. Di depan Lab School Jalan Ahmad Dahlan dia berhenti lama menunggu penumpang, setelah itu merambat pelan. Kemacetan kian parah. Tukang parkir turun tangan untuk menghalau Mas Joko. Tapi buaya mana bisa diajak cepat? Mobil-mobil berlomba memencet klakson. Dasar Jakarta!

Dia menyebut diri Dongol Termuda. Entah apa maksudnya. Yang pasti bajaj biru yang ini lebih resik ketimbang bajaj oranye yang tongterongtongtong…
