Archive for the ‘ Angkot ’ Category

 
Monday, February 22nd, 2010

peceren roso duren, comberan rasa durian -- jorok banget

Judul di atas adalah terjemahan dari bahasa Jawa pada kaca belakang Koantas Bima, “Peceren Roso Duren”. Tak jelas apa maksudnya tapi dulu kalimat ini sering terdengar. Bau comberan itu memuakkan. Padahal bahi yang tak doyan durian, baunya juga bikin pusing. Anda tahu maksud tulisan itu? ;)

 
Saturday, September 12th, 2009

Ini kiriman pembaca, Mas Nono Budiono Martodihardjo. Dalam e-emailnya dia menulis, “Tulisan ini aku baca dikaca belakang mobil angkutan umum yang berjalan didepanku waktu melintas di Ungaran dari arah selatan ke Semarang…”. Ndoro Kakung pasti ingat masa mudanya di pers mahasiswa, karena dia jarang pulang, bahkan salah satu temannya sampai sekarang masih memakai nama Oblo.

OBLO: organisasi bocah lali omah

 
Friday, August 28th, 2009

Ahmad Muzakki, arek Bangil, Jawa Timur, itu benar-benar rajin mengambil gambar angkutan umum. Setiap kali membuat foto baru, dia pasti langsung mengirimkannya ke Pesan Lewat. Kali ini dia membuat satu serial foto tentang angkot kuning.

angkot

 
Thursday, September 18th, 2008

Jakarta adalah kota pendatang. Identitas kedaerahan ada di mana-mana. Termasuk reog ponorogo. Mungkin juragan atau sopir bus ini warok. Lantas siapa gemblaknya? Hussss… reog adalah satu hal, dan warok adalah hal lain.

reog ponorogo

 
Thursday, September 18th, 2008

Tulisannya “paronan”. Dalam bahasa Jawa berarti bagi hasil separo-separo. Mungkin yang dimaksud bagi hasil sopir dengan kernet dari sisa netto uang setoran. Duh… beratnya hidup…

bagi hasil