Penuh keyakinan diri dia melaju, menembus kemacetan, main pepet kanan-kiri. Bahu jalan adalah jalur utama. Garis pemisah lajur tak perlu dipedulikan. Namanya juga Lanang Sejati. Apa pun bisa. Apa pun boleh.

Penuh keyakinan diri dia melaju, menembus kemacetan, main pepet kanan-kiri. Bahu jalan adalah jalur utama. Garis pemisah lajur tak perlu dipedulikan. Namanya juga Lanang Sejati. Apa pun bisa. Apa pun boleh.

Semoga dia dapat murid dan semuanya lulus. Kasihan kalau murid harus mengulang-ulang karena sering tinggal kelas atau nunggak.

Sumber dari sana

Nasib? Bisa mujur, bisa ancur. Entahlah apa yang dia maksud.

Halo Pak Bupati, terima kash atas kesediaan Bapak menyediakan kain pembungkus muatan. Salam dari rakyat.
Pulang malu, nggak pulang rindu. Ohhh…
(Bukannya aku banyak ngaso lalu mampir, tapi rezeki memang tak mau nyengir)


Maka wajarlah bila selalu dicari-cari oleh mertuanya. Duh…
(Jangan kau tuduh aku hanya mau anaknya tapi ogah bapak dan emaknya)

Alangkah beratnya mengais nafkah di atas roda. Ahhh…
(Setoran, oh setoran. Setiap hari mengukur panjang jalan. Bukan dirimu kuabaikan)
![]()
