Namanya Joko Tingkir. Bukan menjadikan sekawanan buaya sebagai rakit, tapi memanfaatkan bajaj berbahan bakar gas untuk membelah kemacetan Ibu Kota. Di depan Lab School Jalan Ahmad Dahlan dia berhenti lama menunggu penumpang, setelah itu merambat pelan. Kemacetan kian parah. Tukang parkir turun tangan untuk menghalau Mas Joko. Tapi buaya mana bisa diajak cepat? Mobil-mobil berlomba memencet klakson. Dasar Jakarta!









