Semangat Apaan?

August 16th, 2008 @ 23:12 | by napaliatliat (39 posts)

Memahami pesan pada pantat truk adalah memahami sopirnya. Jadi kalau dia mengaku tetap bersemangat, padahal ketika berada di jalan tol sering melanggar peraturan, misalnya merambat dengan kecepatan di bawah batas minimal 60 km/jam, maka mereka tak lebih dari kutu kambing congek. Mereka itu adalah kaum lamban yang tak merasa bersalah jika menyebabkan rambatan sejauh 2 km di belakang.

Pernah ada ide dari seorang pemobil yang jengkel lalu stres, agar ada undang-undang yang membenarkan pemakai jalan melakukan apa saja terhadap sopir truk lamban asalkan tak mengambil harta bendanya. Tujuannya agar sopir lain jera. Bahwa hal yang lebih berharga dari harta benda ikut terambil, itu hanya ekses dan sekaligus salah si sopir kenapa tak punya daya tahan.

Tentu di hari perayaan kemerdekaan ini gagasan gila yang berbahaya tak boleh mendapatkan tempat.  Mari kita benahi Indonesia bersama-sama. Pahit, lama, dan melelahkan, memang. Tapi Indonesia yang beres itu kudu kita perjuangan. Bukan begitu, bukan? Merdeka!

(Lho, ini pidato atau posting?)

Tags: , , , , ,

4 Responses to “Semangat Apaan?”

  1. MQ Hidayat Says:

    Bener itu..
    Yang penting niat dan SEMANGAT dulu.
    AYO SEMANGAT!

  2. raja Says:

    lambat salah, ngebut apalagi
    tapi kayaknya ga’ perlu main hakim sendiri kali

  3. aji Says:

    pidato atau posting,

    sepertinya ini curahan hati.

  4. RadjaIbrahim Says:

    Menurut saya sopirnya hebat tuh, dia mengajak kita untuk terus semangat.
    Kata-katanya sangat universal, bisa digunakan untuk segala kepentingan. Sopir yang ngantuk jadi melek, orang yang patah hati jadi gembira, yang malas menjadi rajin.
    Moga-moga sopirnya dapat pahala karena sudah mengingatkan banyak orang agar dalam hidup itu harus kerja keras !

Leave a Reply