Tempat duduk terbatas, penumpang penuh. Yang merasa cakep harus geser? Lah kalau nggak ada yang merasa cakep, gimana dong?
![]()
Ya ndak tahu. Tanyakanlah pada Suprie yang mengirimkan foto ini.
Tempat duduk terbatas, penumpang penuh. Yang merasa cakep harus geser? Lah kalau nggak ada yang merasa cakep, gimana dong?
![]()
Ya ndak tahu. Tanyakanlah pada Suprie yang mengirimkan foto ini.
Anda kenal dia? Saya tidak. Tapi penuh percaya diri dia melenggang di jalanan. Si Doli Parjalang. Amboi! Ai ai siapa dia?

Ini guyon lawas sopir angkot. Sudah lama, sejak awal 90-an, stiker macam ini menempel di kaca beberapa mobil angkutan umum. Ayu adine berarti “cakepan adiknya”. Belum pernah kelihatan stiker “ayu mbakyune” (cakepan kakaknya). Yang muda cenderung (baca: semoga) lebih segar, lebih ranum, lebih ayu. Bagaimana kalau si cantik itu bungsu? Kan masih ada adik sepupu, atau sial-sialnya tetangga yang lebih muda…

Pilihan ID atawa nickname atawa display name seperti blogger. Keren juga. Tapi tanpa tulisan pernyataan diri, mobil angkot kecil seperti ini memang lincah, suka menyelusup di antara celah, dan bikin pengguna lain di jalan akan marah-marah — termasuk sesama angkot.

Dia menyebut diri Dongol Termuda. Entah apa maksudnya. Yang pasti bajaj biru yang ini lebih resik ketimbang bajaj oranye yang tongterongtongtong…
