Mama atau Mami

March 4th, 2008 @ 8:59 | by ndoro kakung (46 posts)

Kalau dilihat sekilas, kalimat di bak truk ini seperti tak ada yang aneh. Tapi, kalau dibaca dan dibaca lagi, lalu direnung-renungkan, rasanya ada yang janggal.

Kenapa ya “suami” berpasangan dengan “mama”? Mengapa bukan istri? Bukankah setiap kata memiliki pasangannya sendiri? Misalnya nih, bapak-ibu, pria-wanita, lelaki-perempuan, pakde-bude, om-tante, suami-istri.

Lantas mengapa pemilik truk itu tak menulis “suami setia istri”? Apakah kata “istri” terdengar kurang urban ketimbang “mama”? Istilah istri kurang seksi? Apakah ini sebuah anomali, ketidaktahuan, atau justru kesengajaan?

Ugh, pesan yang aneh …

Tags: , , , , ,

5 Responses to “Mama atau Mami”

  1. -tikabanget- Says:

    wooo, ternyata ada beneran blog khususnyaaa…

  2. sopir Says:

    saya ini memang lugu. dari tadi bacanya “ndorokakung.com suami setia mama”.

    misalnya pun diganti dengan kalimat yang lebih genah (tapi jadi panjang), saya tetep ndak mem(p)ercayai isi daripada pernyataan itu.

    ihwal lain? kalo dipikir-pikir njenengan itu juragan truk ya? lha sebagian besar foto truk ada tulisannya “ndorokakung”. baru tahu saya.

    go ahead lah… :D

  3. V66 Says:

    Makanya biar ngernyitin dahi…suami setia sama mama…kalo gak ngapain dicat dung hehehehe

  4. Oma Says:

    Salute unt blog ini! I wrote something about this blog on my blog lhoo!! semoga tdk apa2 :)

  5. noises Says:

    si suami memang pekerja yang ga terlalu mikirin status, tapi “mama” di tumah biasanya sok gengsi..atau kalu minjem istilah orang ilmu sosial..sok urban…”mama” suka “sale” dan “discount”, suka mall yang diseberang kantor kecamatan….”mama” suka jajan di “ki ef ci” si suami nrimo makan di warteg….sah-sah aja…

Leave a Reply