Mama atau Mami
March 4th, 2008 @ 8:59 | by ndoro kakung (46 posts)Kalau dilihat sekilas, kalimat di bak truk ini seperti tak ada yang aneh. Tapi, kalau dibaca dan dibaca lagi, lalu direnung-renungkan, rasanya ada yang janggal.

Kenapa ya “suami” berpasangan dengan “mama”? Mengapa bukan istri? Bukankah setiap kata memiliki pasangannya sendiri? Misalnya nih, bapak-ibu, pria-wanita, lelaki-perempuan, pakde-bude, om-tante, suami-istri.
Lantas mengapa pemilik truk itu tak menulis “suami setia istri”? Apakah kata “istri” terdengar kurang urban ketimbang “mama”? Istilah istri kurang seksi? Apakah ini sebuah anomali, ketidaktahuan, atau justru kesengajaan?
Ugh, pesan yang aneh …





March 4th, 2008 at 7:58 pm
wooo, ternyata ada beneran blog khususnyaaa…
March 5th, 2008 at 5:42 pm
saya ini memang lugu. dari tadi bacanya “ndorokakung.com suami setia mama”.
misalnya pun diganti dengan kalimat yang lebih genah (tapi jadi panjang), saya tetep ndak mem(p)ercayai isi daripada pernyataan itu.
ihwal lain? kalo dipikir-pikir njenengan itu juragan truk ya? lha sebagian besar foto truk ada tulisannya “ndorokakung”. baru tahu saya.
go ahead lah…
March 5th, 2008 at 6:30 pm
Makanya biar ngernyitin dahi…suami setia sama mama…kalo gak ngapain dicat dung hehehehe
March 6th, 2008 at 6:51 am
Salute unt blog ini! I wrote something about this blog on my blog lhoo!! semoga tdk apa2
July 21st, 2008 at 11:33 pm
si suami memang pekerja yang ga terlalu mikirin status, tapi “mama” di tumah biasanya sok gengsi..atau kalu minjem istilah orang ilmu sosial..sok urban…”mama” suka “sale” dan “discount”, suka mall yang diseberang kantor kecamatan….”mama” suka jajan di “ki ef ci” si suami nrimo makan di warteg….sah-sah aja…