Pertanyaan berikutnya, emang anunya trus jadi gimana?
Sebuah stiker kecil yang bergaya pelat nomor. Melintas di Jalan Panjang, Jakarta.

Pertanyaan berikutnya, emang anunya trus jadi gimana?
Sebuah stiker kecil yang bergaya pelat nomor. Melintas di Jalan Panjang, Jakarta.

Pemilik pikap ini pasti orang Jawa yang masih terngiang-ngiang akan pitutur orangtuanya, yakni “sing setiti, le/nduk”. Itu artinya berlakulah tertib dalam mengurusi hak milik, dengan selalu merawat dan menjaganya. Maka di jalan tol JORR (T.B. Simatupang), pikap tang sudah tak mulus lagi itu masih bisa melaju dan harus dikejar agar terfoto.

Bagaiamana bisa balap kalau tak ada kuda penarik di depan? Jawaban bodoh: kan ada mesin. Jika biofuel bisa memakai rumput dan bekatul, maka nama dokar balap pun sah.

Ini ada truk yang berbahaya, sekaligus ngeselin. Mosok hobinya memburu janda sih?
Ilustrasi dekoratif bertema pemandangan seperti ini memang cukup banyak menghiasi bak-bak truk. Tema ini ikut memperkaya khasanah grafiti bokong truk yang didominasi “warna” pantura.

Makin terasa sejuk karena truk ini difoto di daerah Ciawi, arah Jakarta, di pagi hari.