Setiap kelompok penutur bahasa punya makian. Ada yang sekadar untuk menyalurkan kekesalan, ada juga yang punya fungsi tambahan sebagai pembangkit amarah supaya ada alasan berkelahi. Yang termasuk dalam makian itu biasanya berhubungan dengan binatang dan seks — khususnya yang menyangkut ibu.

Dalam perkembangannya, makian dalam kelompok tertentu bisa juga menjadi ekspresi pengakrab. Hanya orang yang sudah dianggap sanak yang boleh mengumpat.
Saya tak tahu apakah stiker ini berhubungan dengan sebuah komunitas. Saya melihatnya di Bogor.
Posted
in
Mobil |
No Comments »
Judul atau syair lagu populer kerap menginspirasi para pelukis grafis. Kita ingat dulu pernah ada “Madu dan Racun” — lagu yang dinyanyikan almarhum Gombloh — kemudian laris dipakai di mana-mana, ya judul tulisan, puisi, slogan, dan sebagainya,

Tapi, seperti halnya lagu-lagu lainnya, kata itu mudah gampang dan pergi digantikan yang baru. Kali ini yang populer giliran lagu milik Peterpan, Menghapus Jejakmu.
Maka, melajulah truk ini dengan syair lagu yang syahdu itu …
Posted
in
Truk |
2 Comments »
Tulisan pada bus Koantas Bima ini rapi, hasil kerja mesin pembuat stiker potong. Isinya serius. Kenapa ya sekolah modeling dan “kursus pengembangan pribadi” nggak mau melakukan yang serupa? Padahal pembaca tulisan itu justru orang yang tidak naik bus lho.

Posted
in
Bus |
1 Comment »
Neng, Akang akan datang. Tak lama lagi, dengan catatan bilamana waktu dan juragan tak mengekang. Tapi supaya tidak masuk angin lalu meriang, tutupilah badan dengan selendang, sayang.

Posted
in
Truk |
1 Comment »
Seangkuh apa pun gadis itu, dan meskipun jarak diganjal oleh Inggris, lelaki sejati yang cool tak kenal kata menyerah….

Posted
in
Truk |
No Comments »